Rabu, 25 April 2018

Langkah-langkah membuat program kalkulator pada Java NetBeans

Membuat kalkulator sederhana menggunakan Java Netbeans cukup mudah. Karena program yang di tulis tidak terlalu rumit, tapi memang perlu sedikit kesabaran karena lo pasti baru belajar make Netbeans, ya kan?
Program ini gue buat waktu di kasih tugas sama dosen mata kuliah Pemrograman Berbasis Objek. Program yang gue buat ini cukup simple, nyari kodingannya lewat om Google. :D
Gue berusaha jelasin secara detail dari memulai Java Netbeans sampai program kalkulator sederhana selesai dibuat. Pastikan Netbeans IDE nya sudah terinstall dengan baik. Gue pake Netbeans IDE versi 7.2.1. Gue saranin lo pake Netbeans yang versinya ga terlalu jauh dengan yang gue pake.

It's time to begin.

Buat Project Aplikasi Baru

Buka Program Netbeans IDE yang sudah terinstall di PC.
Klik File --> New Project 

Perlu diketahui program yang akan kita buat adalah aplikasi java biasa yang menggunakan GUI ( Graphic User Interface )

Pilih kategori Java, dan project Java Application
Lalu klik Next >
Membuat Project Aplikasi Java Baru
Tampilan Membuat Project Aplikasi Java baru
Nama project kita sekarang adalah KalkulatorSederhana.
Tips : Untuk project name saya sarankan tidak menggunakan spasi.

Lokasi project simpanlah di folder yang aman dan nyaman. hehe

Uncheck Create Main Class. Karena pada saat membuat program nanti kita akan menggunakan class JFrame sebagai main class.
Klik Finish
Penamaan dan lokasi project java
Penamaan dan lokasi project java
Project baru telah selesai dibuat.
Project bernama KalkulatorSederhana selesai dibuat
Project bernama KalkulatorSederhana selesai dibuat.
Source Packages masih kosong 

Persiapan desain interface Aplikasi Java

Setelah membuat project baru, selanjutnya adalah mendesain tampilan kalkulator yang akan kita buat.

Klik kanan pada package <default package> --> New --> JFrame Form

Isi nama kelas dengan TampilanKalkulator. Tidak boleh ada spasi di nama kelas.

Lalu klik Finish.
Untuk mempermudah membuat desain tampilannya, gue saranin pake Layout Manager Absolute Layout. Sebelumnya, pastikan Window Navigator sudah diaktifkan ( Window --> Navigating --> Navigator ).

Caranya mengubah layout managernya, klik tab Design di dokumen TampilanKalkulator.java lalu lihat di window Navigator ( sebelah kiri layar ) --> Klik kanan di [JFrame] --> Set Layout --> Absolute Layout

Mendesain tampilan aplikasi

Sekarang adalah saatnya mendesain tampilan aplikasi kalkulatornya. Cukup drag and drop dari window pallete ( Window --> Pallete ) yang berada di kanan layar ke dalam Design TampilanKalkulator.java kita, geser kiri kanan bawah atas panjang lebar dan buatlah desain kalkuator seperti dibawah ini.
Desain kalkulator sederhana di netbeans
Desain kalkulator sederhana di netbeans
Untuk mengubah teks dan nama variabel komponen caranya :
klik kanan pada komponen yang akan di modif -->  Edit Text ( untuk mengubah teks yang tampil) atau Change Variable Name ( Untuk mengubah nama variabel komponen )

Agar sesuai dengan kodingan yang udah gue buat, ganti Variable Name tiap komponen sesuai daftar nama variabel dibawah ini. *Hati-hati, kava bersifat CaseSensitive artinya besar kecil huruf mempengaruhi kodingan.
Daftar nama variabel tiap komponen

Menulis kode java

Setelah selesai membuat desain interfacenya, sekarang satanya mengisi kodingan Java nya.
Pertama-tama adalah mendefinisikan tipe data
Klik tab Source di dokumen TampilanKalkulator.java 
Tulis definisi variabel yang kita butuhkan tepat dibawah
?
1
public class TampilanKalkulator extends javax.swing.JFrame {

?
1
2
3
String angka;
double jumlah,angka1,angka2;
int pilih;

Untuk mengisi kodingan, secara default tinggal Double Click pada komponen yang di inginkan maka kita langsung menggunakan Event actionPerformed ( panjangnya klik kanan pada komponen yang diinginkan --> Events --> Action --> actionPerformed ). Artinya kalau misanya user meng-klik tombol maka java akan menjalankan kode yang kita tulis di objek actionPerformed.

Inilah kode- kode yang harus ditulis pada setiap JButton

Tombol 0 s.d 9
?
1
2
angka += "x";
display.setText(angka);
Nilai x sesuai dengan angka pada tombol (JButton) yang akan ditampilkan di display (JTextField).
Maksud kode diatas adalah jika suatu tombol angka di klik maka akan meletakan 1 digit angka tertentu di sebelah kanan variabel angka. Lalu mengubah text pada display menjadi isi dari variabel angka.

Tombol koma (,)
?
1
2
angka += ".";
display.setText(angka);
Menambahkan simbol koma/point

Tombol C (Clear)
?
1
2
3
4
5
display.setText("");
angka1=0.0;
angka2=0.0;
jumlah=0.0;
angka="";

Memastikan semua komponen dan variabel bernilai nol / null.

Tombol ( + ) 
?
1
2
3
4
angka1=Double.parseDouble(angka);
display.setText("+");
angka="";
pilih=1;

Variabel angka1 merupakan penampung angka yang nantinya akan di operasikan dengan variabel angka2. Karena variabel angka1 kita deklarasikan bertipe data Double, maka variabel angka yang bertipe data String harus di konversikan dulu ke Double.
Mengubah teks pada display menjadi simbol +.
Variabel angka dikosongkan kembali untuk menampung String angka yang nantinya akan diberikan ke variabel angka2.
Pilih = 1 adalah integer yang berfungsi untuk pemilihan aksi pada switch case di jika tombol sama dengan ( = ) ditekan.

Untuk tombol operasi bilangan lainnya menyesuaikan seperti kode pada button (+)
Tombol ( - )
?
1
2
3
4
angka1=Double.parseDouble(angka);
display.setText("-");
angka="";
pilih=2;

Tombol (x)
?
1
2
3
4
angka1=Double.parseDouble(angka);
display.setText("*");
angka="";
pilih=3;

Tombol ( / )
?
1
2
3
4
angka1=Double.parseDouble(angka);
display.setText("/");
angka="";
pilih=4;

Tombol (=)
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
    switch(pilih){
        case 1:
            angka2 = Double.parseDouble(angka);
            jumlah = angka1 + angka2;
            angka = Double.toString(jumlah);
            display.setText(angka);
            break;
        case 2:
            angka2 = Double.parseDouble(angka);
            jumlah = angka1 - angka2;
            angka = Double.toString(jumlah);
            display.setText(angka);
            break;
        case 3:
            angka2 = Double.parseDouble(angka);
            jumlah = angka1 * angka2;
            angka = Double.toString(jumlah);
            display.setText(angka);
            break;
        case 4:
            angka2 = Double.parseDouble(angka);
            jumlah = angka1 / angka2;
            angka = Double.toString(jumlah);
            display.setText(angka);
            break;
            default:
            break;
}

Sebelum operasi bilangan dilakukan, variabel angka2 harus dikonversikan terlebih dahulu ke tipe data Double.
Variabel jumlah melakukan operasi bilangan angka1 dan angka2 yang sudah dikonversi ke tipe data Double.
Variabel angka mengkonversi variabel jumlah yang bertipe data Double menjadi String agar yang bisa ditampilkan di display.

Penyempurnaan Tampilan

Setelah kodingan selesai, perlu ditambahkan beberapa aturan yang harus kita tetapkan di Interface agar program lebih teratur dan tidak terjadi kesalahan program diakibatkan oleh user.

Mengatur Properti JFrame
Klik kanan di area (container) Desingn JFramenya --> Properties.
  • Isi title JFrame.
  • Uncheck resizable. Ini bermaksud agar pada saat program di Run user tidak bisa di mengubah panjang atau lebar window.
Properti JFrame di aplikasi kalkulator
Properti JFrame
Mengatur Properti JTextField

Klik kanan di komponen JTextField yang berada di dalam container JFrame --> Properties

  • Uncheck editable. Agar user tidak dapat memasukan karakter langsung dari keyboard. Menghindari karakter yang tidak diinginkan masuk ke display.
  • Horizontal Alignment ubah menjadi Right. Agar posisi angka menjadi rata kanan seperti kalkulator pada umumnya. 
Properti display kalkulator
Properti JTextField display

Menjalankan Aplikasi

Terakhir, adalah menjalankan Aplikasi Java nya.
Klik Run --> Run Project atau Run File.
Aplikasi Kalkulator Sederhana
sumber : http://www.dendicious.com/2013/11/program-kalkulator-sederhana.html

Kamis, 30 November 2017

Pendekatan Pengembangan Sistem

Yonatan Aldi Wicaksono
37116799
Pendekatan Pengembangan Sistem
                                                                                                                                   
Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu Pendekatan Klasik, Pendekatan Terstruktur, Pendekatan Dari Bawah Ke Atas, Pendekatan Dari Atas Ke Bawah.
a)      PendekatanKlasik
Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional (conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila mengikutitahapanpadaSystemLifeCycle.
Permasalahan-permasalahan yang dapat timbul pada Pendekatan Klasik adalah sebagai berikut :
·         Pengembanganperangkatlunakakanmenjadisulit
Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh pemrogram. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram), kamus data (data dictionary), tabel keputusan (decision table). diagram IPO, bagan terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan teknik-teknik tersebut
·         Kemungkinankesalahansistembesar
Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk melakukan pengetesan sistem, sehingga kemungkinan kesalahankesalahan sistem akan menjadi lebih besar.
·         Keberhasilansistemkurangterjamin
Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil pengembang sistem, bukan pada pemakai sistem, padahal sekarang sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya. Mulai awal tahun 1970 muncul suatu pendekatan baru disebut dengan Pendekatan Terstruktur. Pendekatan ini pada dasarnya mencoba menyediakan kepada analis sistem dengan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari system life cycle.
b)      Pendekatanterstruktur(StructuredApproach)
Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknikteknik yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas. Beberapa metodologi pengembangan sistem yang terstruktur telah banyak yang diperkenalkan baik dalam buku-buku, maupun oleh perusahaan-perusahaan konsultan pengembang sistem.

Metodologi ini memperkenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep yang baru. Teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk alat-alat elektronik adalah dua contoh baru konsep ini yang banyak digunakan di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan permasalahan yang kompleks dalam organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya, sesuai dengan anggaran biayanya, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan).
•DariBawahKeAtas(Bottom-upApproach)
Pendekatan ini dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik kelevel atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan dari bawah ke atas bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya.
•PendekatanDariAtasKeBawah(Top-downApproach)
Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach) dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun kepemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri pendekatan terstruktur. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.
·         PendekatanSepotong(piecemealapproach)
Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu)
·         PendekatanSistem(systemsapproach)
Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.
·         PendekatanSistemmenyeluruh(total-systemapproach)
Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).
·         PendekatanModuler(modularapproach)
Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara (ciri terstruktur)

·         Lompatanjauh(greatloopapproach)
Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi, terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.
·         PendekatanBerkembang(evolutionaryapproach)
Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.

Sumber : http://blogstudent.mb.ipb.ac.id/2015/01/10/tugas-sim-pengembangan-sistem-informasi-secara-insourching-dan-outsourching/

PERENCANAAN SDM DI LEMBAGA PENDIDIKAN

Yonatan Aldi Wicaksono
37116799
PERENCANAAN SDM DI LEMBAGA PENDIDIKAN

Perencanaan adalah sebuah strategi bagi penentuan tindakan dimasa depan. Perencanaan memberikan cara yang luar biasa untuk mengatasi tantangan dimasa yang akan datang pula, baik dalam hal pemenuhan akan tenaga kerja, pemindahan serta pelatihan.
Sumber daya manusia dan personalia merupakan elemen paling penting dalam setiap lembaga (pendidikan). Sdm dan personalia merupakan penentu mati atau majunya sebauh lembaga. Dalam hal ini sebagai penentu untuk merencanakan. Maka setiap lembaga tidak bisa meremehkan akan pentingnya perencaan.
Indonesia masih mempunyai permasalahan yang cukup pelik untuk pemberdayaan sdm dan personalia pendidikan, hal tersebut disebabkan kareana pemerintah tidak mempunyai perencanaan yang tepat untuk memajukan dunia pendidikanatau malah pemerintah tidak ingin pendidikan ini maju setara dengan bangsa yang lain, pendidikan hanya dijadikan komuditas untuk menarik simpati masyarakat agar memilihnya dalam pilpres, pilkadal dan lain sebagainya.sehingga pendidikan kita selalu menduduki peringkat paling wahid dari bawah antara Negara ASEAN.
Permasalahan pemberdayaan sumber daya manusia dan personalia pendidikan menurut penulis yang paling krusial adlah terletak pada pemerataan pendidik dan tenaga pendidikan. Dimana pendidik dan tenaga kependidikan yang ada saat ini hanya tersebar dipulau jawa, itupun mengindikasikan banyak yang tidak berkualitas, sedang dipihak lain diluar jawa masih kekurang pendidik dan tenaga kependidikan. Permasalahan ini nampaknya belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, sebetulnya pemerintah dalam hal ini depag dan diknas telah memberikan iming-iming kenaikan gaji, pangkat dan perumahan namun belum menarik.
Pelatihan bagi pendidik dan tenaga kepandidikan masih menyisakan persoalan mulai dari diskriminasi, hanya terkesan untuk pariwisata gratis, srte menghabiskan anggaran. Serta yang menyedihkan widyaiswara pun pengetahuannya out of date, tentu hal ini akan mempengaruhi kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada audiensya.
Permasalahan yang cukup krusial yang tidak kalah peliknya adalah soal perekrutan pendidik dan tenaga pendidikan yang tidak berdasarkan atas kebutuhan, bagaimana akan berdasar kebutuhan kalau dalam perekrutannya tidak memperhatikan perencanaan dan analisis kebutuhan tenaga kerja. Nomor induk tenaga kerja yang ganda, dll
Masalah Dalam perencanaan SDM
Pemerataan :
1.      Banyaknya Guru yang beredar dipulau jawa dan perkotaan mereka kekurangan jam mengajar sesuai amanat UU.Solusi : penempatan Guru di daerah terpencil dengan iming-iming 2x kenaikan gaji,
2.      Kemampuan daerah untuk pengadaan Guru mengalami keterbatasan,
Solusi : pemerintah daerah perlu memaksimalkan pegawai selain guru untuk menjadi guru dengan perlatihan berkala.
3.      Selama ini pemerintah kurang memperhatikan pengangkatan personalia pendidikan (pustakawan) Solusi : Alangkah Baiknya pemerintah secara berkala mengangkat dan menyebar pustakawan sampai kepada lembaga pendidikan daerah agar terjadi pemerataan.
Pelatihan :
1.      Guru dalam penguasaan motode dan pengetahuan out of date dalam proses KBM. Solusi : Pemerintah mengadakan pelatihan kepada guru tentang metode pembelajaran yang baru.
2.      Pelatihan masih bersifat diskriminatif antara PNS dan Non PNS Solusi : peraturan yang mengatur hal tersebut perlu dirubah dengan memperhatikan perbedaan status kepegawaian yang  ada.
3.      Pelatihan hanya dijadikan untuk ajang refresing gratis + uang saku Solusi : Pemerintah dalam hal ini hanya sebagai fasilitator dengan memberikan kebebasan bagi Guru untuk memilih materi dan tempatnya yang telah ditentukan pemerintah.
4.  Widyaiswara dengan persoalannya yang kompleks dari kurangperencanaan dalam bahan ajar, pengetahuan ketinggalan jaman, penguasaan materi yang rendah, metode yang tidak atraktif dll.
Solusi : Pemerintah dalam hal ini perlu mentraining serta memberikan beasiswa untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
Rekrutmen :
1.      Rekrutmen Guru mengandalkan KKN terutama pegawai honorer.Solusi : Pemerintah lebih baik mengalokasikan pengangkatan guru muda professional, yang ditest dengan berlapis.
2.      Tidak menggunakan analis dan perencanaan akan kebutuhan guru.Solusi : membandingkan rasio guru murid dan mengangkat berdasarkan kebutuhan.
3.      Sistem kepegawaian masih amburadul dan minat kaum muda menjadi Guru rendah.
Solusi : menata ulang system penerimaan guru dengan mengangkat lulusan terbaik FIP secara langsung.
4.      Pengangkatan personalia pendidikan (kepsek) tanpa menggunakan kriteria yang jelas.Solusi : dalam Pengangkatan kepsek sesuai aturan yang ada ditambah seluruh calon didebatkan dihadapan guru dan siswan visi dan misi.

Sumber:https://stieekuitas.wordpress.com/2013/05/30/strategi-perencanaan-sdm-dilembaga-pendidikan/
https://www.scribd.com/doc/19007563/perencanaan-sdm-dan-personalia-pendidikan

Minggu, 29 Oktober 2017

Penerapan Teknologi Dan Informasi Di PT.indofood.Tbk

Nama : Yonatan Aldi Wicaksono
Kelas  : 2DB03
NPM  : 37116799

Latar Belakang
Menurut Jos Luhukay, seorang praktisi teknologi informasi dan ekonom baru, dalam wawancaranya di Majalah E-Bizz Asia, tantangan perusahaan-perusahaan saat ini bertambah berat, selain tuntutan untuk mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan mereka, tingkat persaingannya pun semakin ketat. Munculnya banyak perusahaan baru dan terjadinya berbagai perubahan lingkungan bisnis dan berkembangnya teknologi informasi, telah memberikan dimensi baru yang lebih kompetitif bagi setiap perusahaan yang ingin mempertahankan reputasi mereka dalam dunia bisnis. Karenanya, tak heran jika perusahaan-perusahaan semakin dituntut untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan responsif terhadap berbagai perubahan lingkungan persaingannya. Hal itu semua, saat ini, hampir tak mungkin dilakukan tanpa memanfaatkan sistem informasi dan teknologi informasi, termasuk Internet.
Pada saat 10-15 tahun yang lalu ada pandangan di kalangan pakar, utamanya mereka yang dari kalangan tradisional economist , yang menyatakan bahwa, pertama what you need to do adalah mempunyai strategi bisnis lebih dulu. Dari strategi bisnis, baru kemudian menurunkannya atau menjabarkannya menjadi strategi–strategi lainnya, termasuk strategi pengelolaan SDM, kemudian strategi keuangan dan strategi teknologi.
Namun, konsep itu oleh profesor-profesor di Harvard University, antara lain F. Warran McFarlan dan sebagainya itu, sudah dinyatakan bahwa ternyata itu salah. Dia pernah menulis bahwa ”sebelum membuat strategi teknologi, pasti ada strategi bisnis terlebih dulu”. Ternyata, bahwa sejak awalnya teknologi, terutama TI, seharusnya memang sudah dilibatkan dalam pembuatan strategi bisnis, bukan malah sekuensial setelah business strategy, baru teknologinya mau ditaruh dimana. Justru itu harus sudah ada di depan. Mengapa? Karena teknologi bisa membuat satu hal yang business wise tidak strategis, menjadi strategis.
Dari penjelasan  diatas jelas bahwa saat ini perusahaan pasti dituntut untuk melakukan perubahan perbaikan teknologi informasi. Perubahan – perubahan itu terjadi karena beberapa alasan. Pertama , karena munculnya satu persaingan yang sangat ketat, sehingga akibatnya untuk mempertahankan hidup ( survival ), dia harus berubah. Kedua , dikombinasi lagi khususnya jika ada kepemilikan baru, dan pemilik baru itu berasal dari ekonomi yang lebih kompetitif, misalkan asing. Dan, ketiga jika kepemimpinannya telah hadir orang–orang muda, yang memiliki visi yang lebih baru. Artinya, walaupun mereka (pengelola perusahaan) sudah berumur, tapi jika ada yang membawa ide-ide baru, dia juga akan cepat berubah.
Kita dapat melihatnya dari bagaimana posisi manajemen dan staf di suatu organisasi. Organisasi-organisasi yang masih sangat hirarkhis seperti tentara, dimana sang komandan mungkin di bawahnya memiliki dua, tiga atau empat orang general manager , kemudian di bahwanya ada lagi. Mungkin pengukuran yang terpenting adalah dari ujung sampai yang paling bawah, sebenarnya ada berapa layer . Mengukurnya sangat mudah. Semakin tinggi jumlah layer- nya, makin kurang penggunaan TI-nya. Itu, pasti.dengan kata lain organisasi–organisasi yang agile , luwes, dan bisa cepat bergerak,maka akan flat . Jika sudah flat , maka bisa dipastikan TI-nya tinggi.
Penerapana system informasi teknologi di Indonesia telah dilakukan oleh banyak perusahaan di Indonesia, seperti PT Indofood Sukses Makmur, tbk yang menggunakan SAP
SAP merupakan software ERP (Enterprise Resource Planning) yang terbesar didunia. Software yang berasal dari Jerman ini sudah banyak digunakan diseluruh belahan dunia, bahkan hampir seluruh perusahaan besar maupun menengah di Indonesia telah menggunakan SAP, seperti perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur, tbk.
SAP menghubungkan semua lini produksi dan seluruh departement di perusahaan. SAP merupakan software yang sangat dinamis, dimana semua menu dan tampilan program dapat di-costumaze menggunakan bahasa pemrograman ABAP sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Salah satu keunggulan SAP yg lainnya adalah pembuatan user interface menggunakan bahasa pemrograman yang lainnya seperti JAVA, PHP, Visual Basic, ASP, VB.net, Lotus Script, Delphi dan sebagainya. Tentunya untuk perusahaan yang menggunakan SAP, hal ini merupakan suatu nilai tambah yang memiliki nilai yang tinggi, dimana perusahaan bisa menggabungkan dan mengembangkan semua aplikasi yang ada dan dibutuhkan perusahaan.
Bahasan yang Muncul dalam Sistem Informasi Teknologi
Sebelum membuat strategi teknologi, pasti ada strategi bisnis terlebih dulu. TI, seharusnya memang sudah dilibatkan dalam pembuatan strategi bisnis, bukan sebagai sekuensial setelah business strategy, setelah itu teknologinya. Justru itu harus sudah ada di depan. Karena teknologi bisa membuat satu hal yang business wise tidak strategis,menjadi strategis. Bahasan pertama adalah apa saja strategi yang bisa dihasilkan oleh system informasi teknologi pada PT Indofoos Sukses Makmur, tbk?
Informasi adalah salah satu asset penting yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup suatu organisasi/bisnis, pertahanan keamanan dan keutuhan negara, kepercayaan publik atau konsumen, sehingga harus dijaga ketersediaan, ketepatan dan keutuhan informasinya. Informasi dapat disajikan dalam berbagai format seperti: teks, gambar, audio, maupun video. Manajemen pengelolaan informasi menjadi penting ketika terkait dengan kredibilitas dan kelangsungan hidup orang banyak. Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi tersebut. Sayangnya, keamanan informasi oleh banyak perusahaan masih dianggap sebagai masalah teknis yang cukup ditangani oleh bagian teknologi informasi (TI) saja, sehingga menghasilkan solusi teknologi tanpa melibatkan proses bisnis. Artinya, perangkat lunak dengan sistem keamanan tercanggih pun sering kali belum mencukupi. Tentunya suatu perusahaan belum tentu membutuhkan atau mampu menerapkan semua cara pengamanan sistem. Sia-sia apabila kita menerapkan sistem TI dengan teknologi pengamanan mutakhir dan biaya sangat mahal jika ternyata kebutuhan kita tidak serumit itu dan fungsinya pun tidak optimum. Sebaliknya, tidak ada gunanya membeli sistem murah namun tidak dapat memberikan tingkat keamanan sistem yang diharapkan. Yang menjadi bahasan kedua adalah apa solusi untuk mengamankan system informasi teknologi di PT Indofood Sukses Makmur, tbk tersebut?
Selain itu sistem informasi teknologi ini juga memunculkan isu sosial dan teknologi, apabila telah digunakan, apakah sudah kompatibel dengan kebutuhan perusahaan?
Data dan konsep dasar informasi
System informasi dan organisasi saling mempengaruhi. System informasi harus disesuaikan dengan organisasi agar member informasi yang dibutuhkan pada suatu bagian tertentu yang penting pada organisasi. Dalam system informasi, variable terpenting adalah pengolahan data.
Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face). Data juga diartikan sebagai kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis kejadian-kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut dengan transaksi. Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Data bisnis (business data) adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi (business data is an organization's description of things (resources) and events (transactionsthat it faces).
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item. Data merupakan bentuk yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan informasi.
Pengolahan data adalah masa atau waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki keguanaan (data processing is the term used to describe changes performed on data to produce purposeful information).
Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan 3 hal, yaitu:
1.      Relevan (relevancy)
Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan
2.      Akurat (accuracy)
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut. Komponen keakuratan informasi antara lain:
a.       Completeness
Berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
b.      Correctness
Informasi yang dihasilkan harus benar dan bebas dari salah dan tidak menyesatkan pengguna informasi.
c.       Security
Informasi yang digunakan harus menjamin keamanan bagi penggunanya.

3.      Tepat waktu (timeliness)
Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.
4.      Ekonomis (Economy)
5.      Efisien (Efficiency)
6.      Dapat dipercaya (Reliability)
Berdasarkan tingkatan manajemen, informasi dapat dikelompokkan berdasar penggunanya, yaitu:
1.      Informasi Strategis. Digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal (tindakan pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
2.      Informasi Taktis. Digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah, mencakup informasi trend penjualan yang dapat dipakai untuk menyusun rencana-rencana penjualan.
3.      Informasi Teknis. Digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari, informasi persedian stock, retur penjualan dan laporan kas harian.
Deskripsi penerapan system informasi teknologi di PT Indofood Sukses Makmur, tbk
a.      Fungsi STI bagi Indofood dalam mendukung strategi bisnis
Setelah bergema secara besar-besaran tentang perangkat lunak dan yang terakhir pengimplementasiannya, adakalanya muncul dukungan TI untuk enyimpan dan memelihara informasi perusahaan agar terbebas dari gangguan baru. Konon, Indofood pernah mengimplementasi aplikasi untuk distribusi dari sebuah vendor multinasional. Hasilnya jauh dari memuaskan. Kini, Indofood memakai aplikasi hasil pengembangan sendiri tim TI internalnya (in-house development) untuk mendukung kebutuhan distribusi, pemasaran, dan administrasi. Aplikasi system Indofood menggunakan SAP. SAP merupakan software ERP (Enterprise Resource Planning) yang terbesar didunia. Software yang berasal dari Jerman ini sudah banyak digunakan diseluruh belahan dunia, bahkan hampir seluruh perusahaan besar maupun menengah di Indonesia telah menggunakan SAP, seperti perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur, tbk.
SAP terdiri dari beberapa Module sesuai dengan bisnis proses ERP di perusahaan.
1. MM (Material Management)
2. SD (Sales & Distribution)
3. PP (Production Planning)
4. QM (Quality Management)
5. WM (Warehouse Management)
6. PM (Plant Maintenance)
7. PS (Project Systems)
8. HR (human resource)
9. FI / CO (financial controlling)
10. TR (Treasury and cash)
Selain itu ada beberapa module Technical yg mendukung bisnis proses diatas, yaitu :
1. Basis (Hardware and Software Administrator)
2. ABAP (SAP Programer)
3. BW (Business Warehouse)

SAP menghubungkan semua lini produksi dan seluruh departement di perusahaan. SAP merupakan software yang sangat dinamis, dimana semua menu dan tampilan program dapat di-costumaze menggunakan bahasa pemrograman ABAP sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Salah satu keunggulan SAP yg lainnya adalah pembuatan user interface menggunakan bahasa pemrograman yang lainnya seperti JAVA, PHP, Visual Basic, ASP, VB.net, Lotus Script, Delphi dan sebagainya. Tentunya untuk perusahaan yang menggunakan SAP, hal ini merupakan suatu nilai tambah yang memiliki nilai yang tinggi, dimana perusahaan bisa menggabungkan dan mengembangkan semua aplikasi yang ada dan dibutuhkan perusahaan.
Dengan Implementation Partner adalah SAP Active Global Support dan SAP software yang disesuaikan dengan the mySAP™ ERP application serta pihak ketiganya adalah :
• Database:
IBM DB2, Microsoft SQL Server
• Hardware: IBM
• Operating system:
IBM OS/400,
Microsoft Windows 2003
SAP membantu system informasi tentang tren pasar, analisa keuangan, hingga proses produksi dengan cara yang mudah dipahami oleh user terakhir. Dengan penjelasan di atas, maka STI bisa mendukung strategi bisnis perusahaan secara cepat dan dengan biaya yang rendah. Ini menggambarkan SAP telah berperan sebagai system informasi strategis, yaitu mengubah sasaran, pengoperasian, produk, jasa, atau relasi lingkungan organisasi untuk memperkuat posisi dalam persaingan dagang. Diharapkan system yang mampu member efek seperti ini mampu mengubah bisnis organisasi.
b.      Keamanan
Keamanan data elektronik menjadi hal yang sangat penting di perusahaan penyedia jasa teknologi informasi (TI) maupun industri lainnya, seperti: perusahaan export-import, tranportasi, lembaga pendidikan, pemberitaan, hingga perbankan yang menggunakan fasilitas TI dan menempatkannya sebagai infrastruktur kritikal (penting).
Informasi atau data adalah aset bagi perusahaan. Keamanan data secara tidak langsung dapat memastikan kontinuitas bisnis, mengurangi resiko, mengoptimalkan return on investment dan mencari kesempatan bisnis. Semakin banyak informasi perusahaan yang disimpan, dikelola dan di-sharing maka semakin besar pula resiko terjadinya kerusakan, kehilangan atau tereksposnya data ke pihak eksternal yang tidak diinginkan.
Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:
1.      Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
2.      Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
3.      Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).
c.       SAP Telah Kompatibel Terhadap Kebutuhan Perusahaan, dan isu sosial yang muncul seiring adanya SAP
Untuk melengkapi roll out perangkat lunak SAP, Indofood memperoleh company-wide platform yang terintegrasi yang diperlukan perusahaan untuk beroperasi secara efisien. Adapun untuk mendukung rollout tersebut disediakan 10 kelompok pendukung misalnya, anggota yang melayani lebih dari 1000 pemakai, meskipun demikian SAP memberikan pemecahan keterbatasan SDM untuk meningkatkan solusi bisnis pada perusahaan. Sebagai tambahan dukungan system ini masih dilengkapi dengn hardcopy system request, sehingga bisa mengakomodasi semua permintaan yang dipusakan pada bagian pemeliharaan.
Seperti yang telah menjadi pembuka bagi makalah ini yaitu tanggapan positif dari pihak manajemen Indofood dan SAP sendiri dalam pembangunan system informasi berbasis SAP, mengindikasikan bahwa pihak manajemen Indofood puas dengan hasil kerja SAP karena murahnya biaya operasional, dapat menjawab masalah keterbatasan SDM, dan lain sebagainya.
Dari penjelasan diatas telah tergambar bagaimana sebuah informasi teknologi mampu menggantikan sebagian posisi manusia (SDM) di Indofood. Efek positif yang didapatkan perusahaan adalah biaya rendah karena mengurangi banyak tenaga. Namun efek negative yang akhirnya dialami oleh karyawan karena mereka sebagian besar sudah tidak dibutuhkan lagi.
Hal ini bisa menjadi lebih ironis apabila pemerintah juga tak memberikan perhatian atau peraturan win-win solution untuk kepentingan perusahaan dan SDM.


DAFTAR PUSTAKA


·        Laudon, Kenneth,C., and Jane, P.Laudon, 2004. Management Informastion System:Managing the Digital Firm, 8thEdition, Prentide-Hall, Inc., Upper Saddle River, NJ.www. Indofood.com
·        Lukuhay, Josh, 2007., Pentingnya TI Bagi Perusahaan Saat Ini Dan Tantangan Dunia Bisnis, Majalah E-Bizz Asia.
·        Yan dan Rahmad, 2007., Sistem Pemantauan Komputer pada Jaringan Berbasis Simple Network Management Protocol (SNMP), Jurnal Teknologi dan Manajemen Informatika, Vol. No.2, Agustus 2007, pp.183-192.

·        http://akuntansimodern.blogspot.co.id/2016/10/penerapan-sistem-teknologi-informasi.html